Sebagaimana diketahui para pemain sepeda dengan satu roda, menyeimbangkan tubuh saat diam di satu titik itu sulit. Namun sebuah robot yang dapat melakukan itu dapat digunakan untuk menyelip ke ruang sempit saat misi pencarian dan penyelamatan, atau bahkan menjadi bentuk baru alat transportasi.
Patryk Cieslak, seorang mahasiswa PhD dari Universitas Sains dan Teknologi AGH di Cracow, Polandia, dan rekan-rekannya memutuskan untuk menggunakan pendekatan yang berbeda. Robot mereka dipaket dalam satu roda tunggal: motor, baterai dan kontrolnya tetap diam di tengah roda sementara sebuah ban karet berputar berkeliling di luarnya.
Untuk menjaganya tetap tegak, tim peneliti meletakkan sebuah tuas diberatkan yang dapat miring ke tiap sisi tubuh roda. Bila roda mulai jatuh ke kanan, misalnya, tiga sensor akan mendeteksi gerakannya: sebuah inklinometer untuk mendeteksi kemiringan, plus sebuah akselerometer, dan sebuah giroskop untuk mendeteksi perubahan arah. Ketiganya kemudian mengirim sinyal ke sebuah rangkaian kontrol untuk menggerakkan tuas ke kiri sehingga kembali seimbang. Dengan melakukan penyetelan terus menerus, tuas menjaga roda tetap tegak.
Pada akhirnya konsep ini dapat dipakai pada transportasi. Telah ada motor satu roda dimana pengendara duduk di dalam roda besar yang berputar dan mengendalikannya dengan belajar, kata Cieslak, namun mereka sulit dikendalikan. Versi yang diperbesar dari robot satu roda dapat lebih aman, karena ia menyeimbangkan dirinya sendiri secara aktif.
Menggunakan tuas untuk menyeimbangkan roda adalah pendekatan yang sah, kata Ben Brown dari Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh, Pennsylvania. “Ia menyederhanakan banyak hal. Tentu saja kontrolnya menjadi lebih sulit.” Robot ini lebih sulit dikendalikan semakin ia cepat bergerak, tambah Brown, karena tuas harus mengatasi efek giroskopik yang semakin meningkat.
Sumber berita
faktailmiah.com
faktailmiah.com

No comments:
Post a Comment