Jaya al-aziz Renungan Bersama Embun Pagi Saturday, February 1, 2014 Seperti pagi-pagi biasanya, ibuku membangunkanku. Masya Allah, lagi-lagi aku bangun subuh terlambat. Dengan mata yang masih terasa be... 5

Renungan Bersama Embun Pagi



Seperti pagi-pagi biasanya, ibuku membangunkanku. Masya Allah, lagi-lagi aku bangun subuh terlambat. Dengan mata yang masih terasa berat, aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Saat ku guyur wajahku, ku resapi rukun wudhu. 

Ya Allah, mengapa saat-saat ini aku merasa semakin jauh darimu…
Setelah shalat subuh. Ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur. Masih ku dengar ibuku sedang mendengarkan ceramah mamah dedeh di saluran televise kesayangannya. entah mengapa, hari ini aku benar-benar sedih. Aku punya hajat besar saat ini, tapi ibadahku kembang kempis. Tilawahku kosong, dzikirku hampa. Sedangkan hajatku sangat besar. Aku harus bagaimana?

Ingin rasanya aku kembali ke masa lalu. Masa dimana aku merasa mempersembahkan sepenuhnya hidupku kepada Allah. Tahajud setiap malam, tilawah tak pernah lewat, shalat duha dan kajian mengisi harianku. Aku benar-benar rindu saat-saat itu. Saat dimana sujudku terasa ringan oleh isak tangis. Bebanku terasa diangkat olehNya. Dan malaikat pagi mengamini do’a-do’aku. Mengapa saat ini terasa lain sekali? muslimah seperti apa aku ini? muslimah bunglon yang kadang berubah warna tergantung suasananya.

Aku benar-benar iri dengan sahabat-sahabatku di Jogja yang saat ini sedang sibuk menghafal qur’an, mengikuti kajian kapan pun mereka mau, saling membangunkan tahajud setiap malam dan sibuk dengan amalan-amalan yaummi yang menyenangkan.
Hatiku benar-benar hampa. Sungguh hampa.
Benar kata seorang ustadz yang mengatakan, orang yang jauh dari Allah, mereka bukannya merasa tentram, melainkan terus merasa gelisah.

Cukup untuk menyalahkan diri sendiri. Setiap orang berhak memperbaiki diri. Sekarang patenkan, niatkan dalam hati untuk memperbaiki setiap keadaan buruk menjadi lebih baik. Mulai hari ini, tekadkan dalam hati untuk kembali mendekatiNya, berjalan bahkan berlari ke arahnya. Agar ia selalu memberikan yang terbaik untu kehidupanku disini, dunia sampai kelak di akhirat.

            ”Wahai Allah, jadikanlah aku orang yang sibuk. Sibuk untuk terus berjalan ke arahmu, melakukan apapun karenaMu. Dan berikanlah aku petunjuk untuk melakukan kebaikan bagi siapa pun.”  

Author : Zias G Farrezma

Related Posts On Cerita Motivasi

No comments:


Copyright © Desa Loyang

Sponsored By: Free For Download Template By: Fast Loading Seo Friendly Blogger Template